Tampilkan postingan dengan label Bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bali. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 April 2014

Bali


Bali adalah sebuah pulau dan provinsi terkecil dari Indonesia, dan termasuk pulau-pulau tetangga yang lebih kecil beberapa, terutama Nusa Penida. Kota ini terletak di ujung paling barat dari Kepulauan Sunda Lesser, antara Jawa di sebelah barat dan Lombok di sebelah timur, dan memiliki modal Denpasar di bagian selatan dari pulau itu. 
Dengan populasi 3.890.757 pada sensus 2010,  dan saat ini 4.220.000,  pulau adalah rumah bagi sebagian besar minoritas Hindu di Indonesia. Menurut Sensus 2010, 84,5% dari penduduk Bali ditaati orang Bali Hindu,  12% menjadi Islam, dan sebagian besar sisanya mengikuti agama Kristen. Bali juga merupakan tujuan wisata terbesar di negara ini dan terkenal karena seni yang sangat berkembang, termasuk tarian tradisional dan modern, patung, lukisan, kulit, logam, dan musik. Surga wisata selama puluhan tahun, provinsi ini telah melihat lonjakan lebih lanjut dalam jumlah wisatawan dalam beberapa tahun terakhir.

Budaya Bali


1.Tari Sekar Jagat

Tari sekar jagat merupakan salah satu Tari Bali yang biasanya difungsikan sebagai tari penyambutan baik itu pada acara Balih-balihan ketika odalan di pura ataupun pada acara-acara yang bersifat formal. Tari sekar jagat ditarikan oleh para wanita, biasanya berjumlah 5 sampai 6 orang. 

Tari sekar jagat berasal dari kata "Sekar" berarti bunga yang harum dan "Jagat" adalah dunia. maka tarian ini dimaknai sebagi tarian yang melambangkan keharuman bunga di seluruh dunia.Tari ini menggambarkan damainya dunia dengan semerbak kembang - kembang bunga yang menghiasinya.





Tari sekar jagat diciptakan pada tahun 1993 oleh N.L.N. Swasthi Wijaya Bandem (N.L.N. Suasthi Widjaja) yang notabenenya adalah seniman tari Bali kelahiran Denpasar 23 Mei 1946 dan diiringi gambelan yang diciptakan oleh Bapak I Nyoman Windha.

2.Tari Pendet

Tari Pendet diciptakan oleh seorang maestro tari dari Bali yaitu I Wayan Rindi (1967)I Wayan Rindi menjadikan tari pendet sebagai penggubah tarian sakral yang bisa di pentaskan di pura setiap upacara keagamaan. Asal usul tari pendet diciptakan adalah untuk  tari pemujaan yang banyak dipentaskan di Pura, tempat ibadah umat Hindu di Bali, Indonesia. Inti Gerakan Tari pendet adalah untuk  simbol penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, beberapa seniman di pulau Bali merubah Tari Pendet menjadi tarian ucapan selamat datang, tetapi Tari pendet tetap mengusung unsur sakral dan religius yang menjadi ciri  tari pendet.

3.Tari Puspanjali (bali)
Tarian ini menggambarkan beberapa wanita yg menyongsong beberapa tamu dng penuh rasa hormat. tari Puspanjali kerap ditampilkan pada acara-acara resmi utk menyongsong tamu-tamu mutlak. Puspanjali di ambil dari kata "puspa" yg artinya "bunga", serta 'Anjali' yg artinya 'Menghormat' adalah sesuatu tarian penyambutan yg ditarikan oleh sekelompok penari putri ( umumnya pada 5-7 orang ). menampilkan gerak-gerak lembut lemah gemulai yg digabungkan dng gerak-gerak ritmis yg dinamis, tarian ini banyak mengambil inspirasi dari tarian-tarian upacara rejang, serta melukiskan sebanyak wanita yg dng penuh rasa hormat menyambut kehadiran beberapa tamu yg datang ke pulau mereka. tari ini diciptakan oleh N.L.N. Swasthi Wijaya ( penata tari ) serta I Nyoman Windha ( penata tabuh pengiring ) pada th. 1989.

4.Tari Sekar Ibing


Semula tarian yang mengambarkan kehidupan yang penuh keakraban dan suka ria ini lahir sebagai tari ibing-ibingan. tarian yang ditarikan oleh 10 orang penari (5 pria dan 5 wanita) diihami oleh tari joged.
Ngibing adalah tarian bebas dalam tari Joged Bumbung (tari pergaulan) yang dilakukan bersama-sama penari joged.
Tarian ini merupakan ciptaan bersama antara I Nyoman Suarsa (penata tari) dan I Ketut Gede Asnawa (penata iringan) yang mendapat kepercayaan dari pemerintah Kabupaten Badung untuk menciptakan sebuah tarian baru yang ditampilkan dalam Festival Gong Kebyar se Bali pada tahun 1983. Perubahan nama ke Sekar Ibing terjadi ketika tarian ini dikembangkan di SMKI Denpasar, setelah tarian ini mendapat sambutan yang cukup baik dari penonton.

Wisata Kuliner Bali


1.Direktori Rumah Makan Non Babi di Bali

 

Karena mayoritas penduduk Bali beragama Hindu, banyak wisatawan beragama Islam kebingungan mencari tempat makan saat melancong ke Bali. Mereka was-was jika makanan yang tersedia di warung atau restoran yang mereka kunjungi mengandung bahan-bahan 'terlarang' alias haram.




Sebetulnya, tidak perlu kawatir tentang makanan di Bali. Walaupun mayoritas penduduk Bali adalah non-muslim, mereka sudah terlibat dalam industri wisata selama puluhan tahun sehingga tahu apa kebutuhan para wisatawan. Telah banyak warung-warung dengan menu khas Bali (seperti Warung Tresni di jalan Drupadi, Renon- Denpasar) yang sama sekali tak melibatkan unsur-unsur haram dalam sajiannya karena pelanggan mereka berasal dari lintas agama.


2.Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku

Ubud memang berbeda dibandingkan dengan daerah wisata Bali lainnya. Bukan hanya udaranya yang sejuk, tetapi juga suasana di sana lebih tenang dengan banyak galeri seni, tak sehiruk-pikuk Kuta dan Seminyak. Adalah Nasi Ayam Kedewatan khas Bali. Terletak di Desa Kedewatan disebelah barat kota Ubud. Restoran ini terletak dijalur jalan menuju ke Sayan dan Kintamani, tepatnya diseberang Pura Kedewatan….pasti ketemu, karena disekitar itu pasti ada kendaraan2 yang pada parkir karena pengendaranya sedang makan. Restoran khas Bali ini juga menawarkan set menu yang terdiri dari Nasi Putih dgn ayam yang dimasak bermacam2 cara: digoreng, dibetutu dll.. Nasi ayam ini juga dihidangkan dengan sayur khas Bali (bumbunya) dan sambel Bali yang mak nyooss juga. Ada kacang panjang, kacang tanah goreng dll. Juga dijual beberapa snack makanan kering seperti kerupuk udang, krupuk belut, kue.

Masakan di rumah makan Bu Mangku merupakan hasil sedikit modifikasi dari masakan Bali asli, disesuaikan dengan selera pelanggan, mulai dari orang setempat, turis dari Jakarta dan kota-kota lain maupun dari luar Indonesia, dan karyawan. Yang menarik, makanan di tempat ini harganya sangat terjangkau. Satu piring nasi ayam lengkap standar di Ubud harganya Rp 7.500, sementara di Renon dan Seminyak Rp 8.000. \"Menyesuaikan dengan harga di kampung,\" kata Ibu Mangku. 

Wisata Belanja Bali


1.Pasar Sukawati

Pasar Sukawati adalah pasar Seni yang sangat terkenal sampai ke penjuru dunia. Pasar seni Sukawati terdapat di Desa Sukawati Kabupaten Gianyar. Jarak dari airport Denpasar sekitar tiga puluh kilometer, yang dapat anda tempuh dengan mobil selama 45 menit.
Pasar Sukawati
Pasar seni Sukawati sangat terkenal karena menjual pakaian dan kerajinan traditional khas Bali dengan harga yang sangat murah. Pakaian seperti Batik yang berciri khas Batik ornamen Bali. Selain itu juga banyak dijual pakaian baik celanan maupun baju, yang dapat anda gunakan di pantai dan harganya pun sangat murah dibandingkan dengan tempat lain. Jadi anda dapat membeli oleh-oleh khas Bali, yang dapat anda berikan kepada teman dan keluarga anda, tanpa banyak menghabiskan biaya liburan.
2. Krisna 24 Jam, Kuta

Ingin mencari tempat oleh-oleh yang buka 24 jam? Datang saja ke Krisna 24 Jam di Jl Raya Tuban, Kuta. Berjarak 5 menit dari Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, inilah toko oleh-oleh yang lengkap di Bali.
Berbagai jenis oleh-oleh dapat Anda temukan di Krisna. Mulai dari udeng, topi khas Bali, baju, tas, cemilan khas Bali, topi, kain Bali, hingga lukisan dapat Anda temukan di sana. Di sini Anda tidak dapat menawar harganya, akan tetapi harganya cukup terjangkau. Tokonya luas dan nyaman. Harga yang tertera di tiap barangnya akan memudahkan Anda untuk menentukan pilihan.
Di paling belakang, Anda dapat memilih baju-baju dengan tulisan dan gambar yang lucu. Harganya sekitar Rp 20.000-50.000 saja. Tidak hanya itu, ada juga berbagai kopi khas Bali seperti kopi Kintamani, kopi Mangsi dan kopi Bali Spirit.
Kopi yang ditawarkan pun ada 2 macam, yaitu bubuk dan biji kopi. Harga untuk sekantung kecil kopi pun bermacam-macam, dari Rp 10.500-100.000. Jangan lupa membeli pernak-pernik lainnya seperti mainan anak-anak tradisional, alat musik tradisional, centong kayu, ukulele, layangan, gelas-gelas cantik dan pin-pin lucu.
3.Joger Pabrik"Kata-Kata"
Joger terletak di Jl Raya Kuta dan di Jalan Raya Bedugul. Joger “Pabrik kata-kata” adalah tempat penjualan  T-shirt bermerk Joger yang berisi kata-kata yang lucu,  nakal dan membuat orang menjadi penasaran akan maknanya. Setiap harinya apa lagi di musim libur, Joger penuh sesak di kunjungi para pencari kaos yang bertuliskan banyak kata – kata.
4.Erlangga Bali
Erlangga Bali adalah salah satu toko oleh-oleh, berlokasi di Jln Nusa Kambangan, Denpasar.  Terdapat 2 toko, Erlangga 1 dan Erlangga 2 dengan jarak kurang lebih 500 meter. Terdapat banyak ragam oleh – oleh yang bisa dibeli dan tempatnya refresentatif untuk berbelanja oleh – oleh dengan harga yang ekonomis. Sehari – harinya ramai dikunjungi para pemburu oleh – oleh apalagi di musim liburan.